You are currently viewing Bagaimana Cara Uji Coba Penguat Sinyal Sebelum Membeli?
Bagaimana Cara Uji Coba Penguat Sinyal Sebelum Membeli

Bagaimana Cara Uji Coba Penguat Sinyal Sebelum Membeli?

Beberapa tahun lalu, saya pernah beli penguat sinyal secara impulsif karena lagi kesal banget — sinyal di rumah seperti main petak umpet. Begitu dipasang, hasilnya… meh. Nggak ada bedanya sama sekali. Dari situ saya belajar, sebelum mengeluarkan uang untuk perangkat seperti ini, uji coba itu wajib.

Pertama, saya mulai dari mapping titik sinyal. Bukan cuma lihat ikon bar di HP, tapi pakai aplikasi seperti NetSpot atau OpenSignal. Dari situ saya tahu, ternyata masalah utama saya bukan di seluruh rumah, tapi cuma di sudut dapur dan kamar belakang. Jadi kalau nanti mau tes penguat sinyal, saya fokusnya ke area itu. Kalau semua ruangan dites sekaligus, sering kali datanya jadi bias.

Lalu, saya pernah bawa satu unit penguat sinyal pinjaman dari teman (lumayan kan, gratis). Cara tesnya sederhana tapi efektif:

  1. Catat kekuatan sinyal sebelum penguat dipasang (dalam dBm, bukan cuma “bar” di layar).

  2. Pasang penguat sinyal sesuai instruksi pabrikan — biasanya di titik yang masih dapat sinyal cukup bagus, bukan di area yang benar-benar mati total.

  3. Ulangi pengukuran di titik yang sama seperti langkah awal.

Dari pengalaman, peningkatan yang layak itu minimal 10–15 dBm. Kalau cuma naik 2–3 dBm, besar kemungkinan efeknya nggak akan terasa signifikan saat dipakai harian. Saya dulu pernah lihat kenaikan 20 dBm, rasanya kayak dari jalan desa tiba-tiba pindah ke jalan tol.

Satu hal lagi yang saya pelajari — perhatikan latency dan throughput, bukan hanya kekuatan sinyal. Pernah waktu itu saya coba model lain yang sinyalnya kelihatan penuh, tapi internetnya tetap lemot karena latensinya parah. Jadi, lakukan speed test beberapa kali di jam sibuk dan jam sepi, lalu bandingkan hasilnya.

Kalau Anda mau lebih aman sebelum membeli, coba cari toko atau penyedia yang punya kebijakan “uji coba” atau “garansi uang kembali” 7–14 hari. Saya pernah memanfaatkan ini untuk mengembalikan unit yang ternyata nggak cocok sama provider saya. Banyak orang lupa, nggak semua penguat sinyal kompatibel dengan semua operator atau frekuensi.

Kesalahan saya di awal adalah mengandalkan asumsi “semua booster pasti bekerja”. Faktanya, faktor seperti lokasi BTS, bahan dinding rumah (beton tebal atau kaca film gelap), dan interferensi dari perangkat lain bisa bikin hasilnya jauh dari harapan.

Jadi, kalau saya rangkum tips praktisnya:

  • Lakukan pemetaan sinyal lebih dulu.

  • Ukur dengan angka (dBm), bukan perasaan.

  • Tes di titik strategis, bukan di tempat yang benar-benar “mati total”.

  • Bandingkan kecepatan dan stabilitas koneksi, bukan hanya bar sinyal.

  • Pilih penjual dengan kebijakan uji coba.

Saya nggak mau lagi buang uang untuk perangkat yang cuma jadi pajangan. Sekarang, setiap beli penguat sinyal, saya sudah punya “ritual” uji coba ini — dan hasilnya selalu bikin puas.

Saya bikin panduan detailnya step-by-step, biar gampang diikuti sebelum memutuskan beli penguat sinyal. Ini bukan teori doang, tapi kombinasi dari pengalaman pribadi plus kebiasaan teknisi lapangan.


Panduan Uji Coba Penguat Sinyal Sebelum Membeli

1. Pemetaan Sinyal Awal

  • Gunakan Aplikasi Pengukur Sinyal

    • Android: Network Cell Info Lite, NetMonster, atau OpenSignal.

    • iPhone: Aktifkan Field Test Mode (ketik *3001#12345#* lalu tekan call), lihat angka RSRP (4G) atau RSSI (3G).

  • Catat Kekuatan Sinyal (dBm)

    • Sinyal 4G bagus: sekitar -50 dBm hingga -80 dBm.

    • Di bawah -100 dBm artinya sinyal lemah.

  • Buat Peta Ruangan

    • Tandai titik-titik yang akan diuji (misalnya ruang tamu, dapur, kamar belakang).

    • Lakukan pengukuran di tiap titik pada jam berbeda (pagi, siang, malam).


2. Meminjam atau Menyewa Penguat Sinyal

  • Cari teman, kantor, atau penyedia toko yang mau meminjamkan.

  • Pastikan modelnya mendukung frekuensi operator Anda (cek di website operator atau spesifikasi booster).

  • Cek kebijakan return/refund kalau hasilnya tidak memuaskan.


3. Menentukan Titik Pemasangan

  • Pilih lokasi yang masih dapat sinyal cukup kuat (sekitar -70 dBm atau lebih baik).

  • Jangan pasang di titik sinyal mati total — booster butuh input yang masih ada untuk diperkuat.

  • Biasanya lokasi optimal adalah dekat jendela menghadap BTS.


4. Pengukuran Sebelum & Sesudah

Sebelum pemasangan:

  • Catat kekuatan sinyal (dBm) di setiap titik uji.

  • Lakukan speed test (gunakan Speedtest by Ookla atau nPerf) minimal 3 kali per titik.

Sesudah pemasangan:

  • Ulangi langkah yang sama.

  • Catat perbedaan dBm dan kecepatan internet.

  • Target kenaikan minimal:

    • +10 dBm kekuatan sinyal.

    • +20–30% peningkatan kecepatan unduh (download) dan unggah (upload).


5. Analisis Hasil

  • Kalau sinyal naik tapi internet tetap lambat, cek latency (ping).
    Ping ideal di bawah 50 ms untuk pemakaian normal.

  • Perhatikan stabilitas. Kadang hasil bagus di awal tapi drop setelah beberapa menit — ini tanda booster kurang stabil.


6. Faktor Penghambat yang Harus Diperiksa

  • Dinding tebal atau beton bertulang.

  • Lapisan kaca film gelap.

  • Interferensi dari perangkat elektronik (microwave, router, cordless phone).

  • Jarak terlalu jauh dari BTS.


7. Keputusan Membeli

  • Beli hanya jika:

    • Hasil uji coba menunjukkan perbaikan signifikan.

    • Kompatibel dengan operator dan frekuensi Anda.

    • Ada garansi dan dukungan teknis.

3 FAQ yang relevan untuk topik uji coba penguat sinyal sebelum membeli, pakai bahasa yang santai tapi tetap informatif.


1. Apakah semua penguat sinyal cocok untuk semua operator?

Nggak. Setiap operator punya frekuensi kerja berbeda-beda (misalnya 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, atau 2300 MHz). Kalau penguat sinyal yang kamu pilih nggak mendukung frekuensi itu, hasilnya bisa nihil. Jadi sebelum beli, cek dulu spesifikasi booster dan band frekuensi yang dipakai operator kamu (bisa tanya ke CS operator atau cek di situs resminya).


2. Bagaimana cara tahu hasil uji coba itu sukses atau nggak?

Patokannya simpel:

  • Kekuatan sinyal naik minimal 10 dBm dari sebelum pasang.

  • Kecepatan internet (download & upload) meningkat setidaknya 20–30%.

  • Koneksi lebih stabil, ping lebih rendah.

Kalau kenaikannya cuma sedikit, atau malah nggak ada perubahan, kemungkinan lokasinya nggak optimal, booster-nya nggak cocok, atau sinyal input terlalu lemah dari awal.


3. Bisa nggak uji coba dilakukan tanpa pasang permanen?

Bisa banget. Justru sebaiknya tes dulu secara sementara:

  • Pasang booster di posisi sementara (pakai meja atau tripod) untuk cari titik optimal.

  • Gunakan kabel panjang supaya fleksibel pindah posisi antena.

  • Catat semua hasil pengukuran sebelum memutuskan pemasangan permanen.

Cara ini menghemat waktu dan tenaga, plus kamu nggak perlu bongkar-bongkar kalau ternyata hasilnya kurang memuaskan.


Konsultasi Gratis Pemasangan & Pemeliharaan Penguat Sinyal Hp

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan jasa pasang penguat sinyal hp dari Repeater Sinyal Hp atau mendapatkan layanan pemeliharaan, maka jangan ragu untuk menghubungi kontak layanan kami melalui:

Email : irana@picotel.co.id

WA/Telp. : 0811-1134-690

Melalui kontak layanan tersebut, Anda dapat melakukan konsultasi secara GRATIS dengan tim teknisi kami. Sehingga, pemasangan penguat sinyal hp dapat sesuai dengan permintaan dan spesifikasi yang Anda inginkan.

Selain itu, kami juga memberikan layanan GARANSI selama 1 tahun dan berlaku setelah penguat sinyal hp terpasang, kecuali saat kondisi force majeure. Kami juga menjamin pengerjaan pemasangan penguat sinyal hp akan berlangsung dengan akurat dan tepat waktu sesuai kesepakatan.

 

repeater sinyal hp
repeater sinyal hp

Leave a Reply